Absensi Kelas 9A
Mapel IPS
Hari : Jum'at, 30 Januari 2026
=====================
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Teman-teman,
Tugas kita hari ini selain mengisi absen adalah,
meriviu atau membaca dan membuat kesimpulan materi ips
yang diberikan oleh Bapak M. Dudi Ridwan, melalui drlink:
Perhatikan,
Cari Materi Pertemuan 4.
Cari tokoh penting pada masa orde lama!
==========================
Selamat mengerjakan.....
17 komentar:
p
muhzmmad zhulqifli hamdani 9a hadirrrrrr
Siti Zahra Zahliah 9A (a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
muhammd salim 9a hadir
muhammad zhulqifli hamdani 9a
a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
=====
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
Dinda nur fadilah
kelas 9a
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
-------------
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
M.Alief Iqnasyah 9a hadir
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
=====
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
zulham 9a
a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
St Keyla Nurassyifa IX A
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
nama ulfi lutfiah
kelas IX-A
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
======
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
NURUL KHAZNA IX A 9
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
Fahraz al zikra 9A (a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Nama : Melly Aulia
Kelas: 9 A
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
=====
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
Siti Fadila
kelas IX-A
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Program:
c.1 mempersiapkan dan menyelenggarakan kemakmuran, pendidikan dan keamanan rakyat
c.2 berusaha menyelesaikan masalah irian barat, memperbaiki hubungan dengan belanda, dan menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
M.Salim 9a hadirr
a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
=====
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
siti fadilah kelas 9a
(a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951)
(b) Kabinet Sukirman (27 April 1951 – 3 April 1952)
(c) Wilopo (April 1951 – Juni 1953)
(d) Ali Sostroamidjojo I (Juli 1953 – Juli 1955)
(e) Burhanudin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956)
(f) Ali Sastroamidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957)
(g) Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana menteri didukung Masyumi
Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin. Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin didukung PNI dan NU
Tokoh: Masyumi sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih 257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota konstituante.
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Tokoh: Ir. Djuanda dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini diberi nama Kabinet Karya
Posting Komentar